LPPM Sukses Uji TA MA dan MTs Darul Quran Gunung Kidul

LPPM, berita – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta sukses menguji Tugas Akhir (TA) siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Quran Gunung Kidul pada Jumat (14/2).

Partisipasi LPPM dalam ujian TA di MA dan MTs Darul Quran ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara kedua belah pihak. MA dan MTs Darul Quran adalah sekolah menengah pertama dan menengah ke atas berbasis riset, sehingga syarat lulusnya adalah membuat artikel ilmiah dan mengulas buku.

Dalam kerja sama yang telah dibuat, LPPM berkontribusi menjadi penguji pertama dalam presentasi TA para siswa. Pada tahun ini, ujian TA dilaksanakan pada 4 – 14 Februari. Minggu pertama adalah ujian MA dan minggu kedua ujian MTs.

Dalam praktiknya, dalam satu hari, tiga dosen dari IIQ An Nur dikirim untuk menguji ke MA dan MTs Darul Quran. Ujian berlangsung seperti ujian munaqasyah atau pendadaran di level perguruan tinggi, yaitu ada penguji pertama, penguji kedua, dan moderator.

Menurut Ketua LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Qowim Musthofa, M.Hum., kerja sama LPPM dengan Darul Quran adalah contoh kolaborasi yang efektif. Pada satu sisi, Darul Quran mendapatkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dari IIQ An Nur dan pada sisi lainnya, dosen-dosen IIQ An Nur bisa mendapatkan kesempatan untuk mendampingi proses anak-anak di MA dan MTs Darul Quran dalam melakukan riset.

“Saya kira ini sangat mutualisme. DQ bisa mengakses SDM kami dan kami bisa punya kesempatan untuk mengarahkan teman-teman yang luar biasa di bidang riset,” ungkapnya pada Jumat (14/2).

Qowim mendapatkan potensi yang besar di DQ. Judul-judul yang para siswa pilih sebagai TA, ungkapnya, sudah melampaui standar. Jika dibandingkan tahun lalu pun, ada tren peningkatan.

Tahun lalu, untuk level MA, judul-judulnya banyak yang riset teks. Tahun ini, judul didominasi oleh riset-riset lapangan dan dengan teori-teori berat, untuk ukuran SMA, seperti teori wacana, fakta sosial, interaksi simbolik, dan historiografi.

“Di beberapa titik bahkan, judul-judul yang teman-teman pilih ini, untuk ukuran mahasiswa S1 saja akan kesulitan mengerjakannya. Tapi ada beberapa teman yang bisa dengan mudah dan lancar dalam menjelaskannya,” ungkap Qowim.