LPPM, Berita – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta memfasilitasi penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asri Yayasan Al-Ma’had An Nur Ngrukem Bantul di bidang pengelolaan sampah pada Sabtu (22/2).
Menurut Ketua LPPM Qowim Musthofa, M.Hum, pendampingan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan memperkuat pengabdian di LPPM secara khusus dan untuk dosen-dosen IIQ secara umum.
FGD UPT Asri dilakukan bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemegang kebijakan yayasan, pakar, praktisi, pengelola sampah, jajaran kiai, dan santri.
Ketua panitia yang juga sekaligus Ketua UPT Asri, Anis Sulhan Fadlil, M.Pdi., menyampaikan bahwa FGD multipihak penting dilakukan untuk membahas praktik baik pengelolaan sampah di berbagai pesantren dan menyusun draft terkait pengelolaan sampah di Yayasan An Nur.
“FGD ini kita butuhkan untuk membuat suatu draft tentang pengelolaan sampah di sini yang kemudian darinya bisa diterjemahkan menjadi beberapa hal, mulai dari buku pedoman hingga kebijakan,” jelas Fadlil.
Acara FGD yang mengundang segenap jajaran kiai atau dzurriyyah Yayasan An Nur ini diselenggarakan setelah ada talk show bersama praktisi, kiai, dan pakar. Praktisi diwakili oleh Pak Ananto dari Brajan Bantul, yang dikenal sebagai “Ustaz Sampah”.

Kiai diwakili oleh Gus Rum, pengasuh di komplek Nurul Huda Pesantren An Nur Ngrukem dan dari pakar diwakili oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, MA.
Berdasarkan keterangan Qowim, FGD multipihak ini bukanlah akhir dari kolaborasi, tetapi justru awal. LPPM dan Rektorat IIQ An Nur telah menyusun rencana strategis ke depan untuk mendampingi UPT Asri hingga menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis pesantren di Yogyakarta dan di level nasional.
Perlu diketahui, dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan banyak pesantren di Yogyakarta, DLH Bantul, dan LPBI PWNU ini, UPT Asri meresmikan nama barunya, yaitu Omah Tarbiyah Atasi Perubahan Iklim yang disingkat Obah Apik.
“Artinya dengan nama ini, pergerakan kita selalu membawa pada kebaikan. Obah Apik,” jelas Fadlil dalam acara yang sekaligus ditujukan untuk merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Dalam peresmian nama baru ini, UPT Obah Apik juga memamerkan produk-produk kreasi mereka di hall IIQ An Nur, seperti lukisan dari sampah dan baju dari olahan sampah. Selain itu, mobil pick up yang UPT Obah Apik dapat dari dana CSR pun dipajang di hall.


